Monday, February 18, 2013

Awas, penipuan di angkot !!



Dalam kesempatan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya mengenai penipuan saat berada di angkot yang baru terjadi kemarin. Posting saya kali ini hanya untuk membuat para pembaca lebih was-was sehingga tidak kena tipu oleh para pelaku penipuan. Penyalahgunaan posting ini diluar tanggung jawab saya. Cerita pun dimulai :

Kemarin sore, saya pulang dari sekolah, sebenernya sekolah pulang jam 12 tetapi karena ada kegiatan OSIS dulu makanya saya pulang telat. Saya pulang menaiki angkot 03 yang ke arah laladon bersama teman saya. Teman saya yang laki-laki duduk disebelah kanan angkot yang paling pojok belakang dan saya duduk disampingnya dan teman saya yang perempuan duduk di depan teman saya yang laki-laki. Dijembatan merah, ada bapak-bapak yang naik dan duduk di samping teman saya yang perempuan (katakanlah orang 1), angkot baru maju sebentar ada lagi bapak-bapak lagi naik sambil makan cimol orangnya kaya preman begitu dan duduk disamping saya (katakanlah orang 2) dan bapak-bapak menggunakan pakaian seperti orang kantoran naik dan duduk di bangku depan (katakanlah orang 3) dan bapak-bapak yang membawa sebuah kantong plastik berwarna putih berisi barang yang dibungkus oleh kertas coklat seperti sampul buku dan duduk diantara teman saya yang perempuan dan orang 1 (katakanlah orang 4) dan satu lagi bapak-bapak, tapi saya ga tau ciri-ciri orangnya gimana soalnya dia duduk di belakang bangku supir (katakanlah orang 5)

Awalnya keadaan angkot masih hening, dan semua berubah saat orang 4 rusuh sambil menggoyang-goyangkan kantong plastiknya, para penumpang bertanya "ada apa pak?" orang 4 menjawab "ini pak, burung saya ngigit." penumpang bertanya lagi "burung pak ? burung apa?" orang 4 menjawab "burung beo dari bali pak" orang 1 berkata "oh burung, kalo uler kabur saya pak" orang 5 bertanya "kasian pak burungnya ditutupin gitu, nanti mati." orang 4 menjawab "kalo ga diginiin nanti bahaya di pelabuhan pak, kalo ketauan nanti diambil sama petugas pelabuhannya." orang5 bertanya lagi "Emang bapak dari mana ?" orang4 menjawab "saya dari *****" (bintang2 itu saya ga tau jawabnya, karena saat itu suaranya ga jelas). Orang 2 bertanya "bapak kok bawa-bawa burung?" orang 4 menjawab "tadinya mau saya kasih ke ade saya pak, tapi ternyata dia udah pindah ke bandung" orang 2 bertanya lagi "sekarang mau diapain tuh pak?" orang 4 menjawab "saya denger di gunung batu ada toko burung, saya mau jual, pak" orang 1 berkata "Burung kaya gitu jangan dijual murah pak, 10 juta dapet tuh" orang 2 berkata "coba liat burungnya, pak" lalu orang 1,2 dan 5 melihat burung beo tersebut tapi burungnya ga dikeluarin jadinya sama saya ga keliatan. Orang 2 berkata "Ini burung bisa ngapain aja, pak ?" orang 4 menjawab "dia bisa ngomong assalamualaikum, cewe, selamat pagi, pancasila" Akhirnya sama orang 2 dicoba, dan ternyata bisa. Tetapi burungnya ga ngomong, cuma nadanya aja ga pake kata-katanya. orang 2 berkata "saya beli deh pak, 3 juta" orang 4 berkata "ga dapet, pak. 4 juta deh" orang 2 berkata "saya punya 3 juta nih, pak" orang 4 berkata "yaudah saya kurangi 300 deh, jadi 3 juta 7ratus" orang 2 berkata "bolehlah, pak" orang 4 menjawab "yaudah 3 juta, cash ya pak" orang 2 berkata " Tapi bapak ikut saya dulu ngambil uang di warung saya di mawar " orang 4 menjawab " Yah, ga bisa pak, saya buru-buru nih mau ke pelabuhan." Orang 3 tiba-tiba ingin melihat burung itu dan berkata "Saya tukar dengan Samsung Galaxy Note 2, mau pak ?" Dalam pikiran saya mah lumayan tuh note2. Orang 2 menjawab "Hpnya saya liat dulu pak" Orang 3 berkata "Hp saya ada di warung saya di mawar" Seketika saya bingung, kenapa alasan orang 2 dan orang 3 itu sama, (warung saya di mawar). "Wah, ga bisa pak, saya buru-buru nih". Nah kebetulan pada saat itu juga saya lagi pegang hp saya (gemini 8520) dan orang 4 berkata "De, coba liat hpnya" seketika hp saya diambil sama dia dan dia langsung berkata "saya mau tukar burung saya dengan hp ade" dia langsung memberikan kantong yang berisi plastik itu kepada saya, tapi saya langsung menolak dan merampas hp saya kembali, saya berkata "Nggak udah deh pak, saya ga minat" Orang 4 berkata "Udah de ga apa-apa, sekarang ade bawa uang berapa ?" Saya menjawab "Sedikit pak cuma pas buat ongkos doang (BOHONG)" Orang 1 berkata "Ade rumahnya dimana ?" saya menjawab "Jauh pak, daerah ***** (BOHONG, padahal ga lama lagi nyampe)" Orang 1 berkata "Wah, jauh juga ya". Tiba-tiba orang 2 berkata "Yaudah, sekarang saya bawa uang 300 ratus ribu, saya talangin dulu buat nambah nuker hp sama burung, nanti ade ikut saya ke warung saya di mawar, disana saya kasih ade 3 juta buat beli burung yang ade tuker tadi". Pertamanya saya kepikiran juga tuh 3 juta, lumayan coyy, tapi saya sadar juga. saya menjawab "Nggak usah deh pak, makasih" Orang 2 berkata "Ayolah de, 3 juta loh de" sambil mengeluarkan uang 300 ribunya dari dompet. Orang 1 berkata "Tuker aja de, palingan juga hp ade harganya 1,5 juta kan, kalo ade dapet 3 juta nanti bisa beli 2 loh de." Disitu saya dipojokkan oleh orang 1,2,4,5 sampe saya cuma bisa ngomong "Nggak, pak, nggak". Dan akhirnya mereka menyerah juga dan berhenti berbicara dengan mukanya yang cemberut. Sesampainya di Laladon, saya turun paling terakhir dari angkot, saat saya berjalan saya melihat orang 1,2,3,4,5 berjalan bersama, dan tiba-tiba orang 4 memberikan semua barang (tas dan kantong burungnya) ke orang 3 dan orang 4 tiba-tiba pergi menghilang. Sesampainya dirumah saya menceritakan kejadian tersebut ke orang tua saya, dan ternyata ibu saya memiliki teman yang anaknya pernah kena tipu yang modusnya sama seperti kejadian tadi, saya lagsung kaget dan bingung memikirkan apa yang akan terjadi jika saya menerima tawaran tersebut.

Dari cerita tersebut ada hal-hal yang aneh dan mencurigakan :
1. Bagaimana di dalam kantong itu adalah burung jika tidak ada suara gerak-
    gerik apa pun, mungkin aja itu bukan burung, mungkin saja rekaman atau 
    suatu alat.
2. Orang 4 hanya menunjukkan "burung"nya tersebut ke orang tertentu saja 
    (orang 1,2,3,5) sedangkan penumpang lain tidak.
3. Masa ada adik yang pindah rumah tanpa memberitahukan ke kakaknya 
    sendiri.
4. Alasan yang digunakan orang 2 dan 3 sama (warung saya dimawar)
5. Ada sekelompok orang yang tidak saling kenal berusaha memojokkan anda 
    untuk mencapai tujuan yang sama
6. Orang 4 yang berkata kalo dia ingin ke toko burung di Gunung Batu (tengah 
    perjalanan) sampe Laladon (akhir perjalanan) ga turun-turun juga dari 
    angkot 
7. Orang 4 memberikan tas dan kantong "burungnya" itu ke orang yang ga dia 
    kenal, dan dia langsung pergi 
    begitu saja.


BERARTI MEREKA SEMUA ITU ADALAH KOMPLOTAN

Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, sebaiknya yang anda lakukan ialah :
1. Tidak memberitahukan identitas asli anda
2. Kalo bisa anda turun dari angkot disitu juga
3. Yang paling penting, jangan mengeluarkan benda berharga di
kendaraan umum sembarangan !

Satu pesan dari saya, selalulah anda was-was dimana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun karena sedikit saja anda lengah itu akan berakibat fatal pada anda. Sekian dari saya, mohon maaf kurang lebihnya. Terimakasih:)

Silakan Tinggalkan Komentar Anda dibawah ini, Terimakasih Telah Membaca Artikel Saya:)

Tentang post ini